Langsung ke konten utama

MEREKRUT KARYAWAN


MEREKRUT KARYAWAN


Merekrut kandidat atau karyawan terbaik ?


Bagi anda, entah itu perusahaan, manajer, recruitment specialist, atau siapapun yang membutuhkan karyawan, penulis memiliki pertanyaan menarik : “ Apakah anda akan merekrut kandidat terbaik atau karyawan terbaik?”.
Pertanyaan ini tampak sederhana tapi sangatlah jelas maknanya. Boleh dibilang, kebanyakan perusahaan / employer, agen perekrutan atau recruitment specialist dalam praktek perekrutan karyawan sering mengabaikan faktor kritis ini.

Biasanya ini disebabkan oleh pola perekrutan yang umum, konvensional dan cenderung lemah. Kebanyakan  perekrut baru menyadari ini saat kandidat terpilih sudah menjadi karyawan di organisasi /perusahaan, dimana hasil kinerjanya tidak memuaskan. Pola perekrutan yang dilakukan umumnya adalah menyaring lamaran/biodata/CV yang masuk, melihat sikap kandidat saat di interview, melihat antusiasime kandidat, tepat waktu saat interview dst. Jika aspek tersebut menjadi karakter utama pemilihan karyawan yang biasa anda gunakan, maka anda telah mendapatkan kandidat yang terbaik. Tapi belum tentu karyawan terbaik. Mengapa?

Ada perbedaan mendasar antara karyawan terbaik dengan kandidat terbaik. Para kandidat terbaik adalah orang yang telah menyiapkan diri dengan baik untuk melamar / memperoleh pekerjaan. Kenyataannya, para pencari kerja/kandidat tersebut telah banyak mempelajari cara - cara melamar pekerjaan. Sudah banyak puluhan buku mengenai melamar pekerjaan, teknik mempelajari pertanyaan interviewer, melaksanakan interview, sikap kerja saat interview dll. yang tentu dipelajari oleh para kandidat itu. Karena itu, tak heran saat mulai perekrutan, para kandidat ini sudah paham betul mengenai how, what, when, where, not, dalam setiap perekrutan. Boleh dibilang para kandidat terbaik ini sudah paham lika-liku dan seluk-beluk perekrutan.



Untuk itu, anda mesti mengetahui apa karakter dan cirri - ciri dari individu atau orang yang biasa disebut sebagai kandidat terbaik. Ciri-ciri dasar mereka adalah :

Memiliki resume/cv/biodata yang baik, dalam penampilan maupun isinya  Memiliki ketrampilan/skill yang baik, dibuktikan dari catatan :
  • pendidikan, pelatihan, training
  • Tepat waktu saat dipanggil interview
  • Menyiapkan diri dengan baik saat interview Komunikatif
  • Antusias
  • Melakukan follow up kembali
  • Mempunyai perhatian dan tahu detil tentang perusahaan yang dilamar
  • Memperhatikan interviewer dengan sungguh-sungguh
  • Agresif dalam mencari pekerjaan
  • Tampil mengesankan baik dalam penampilan maupun
  • interview Sebaliknya sangat berbeda karakter yang dimiliki oleh


Karyawan yang memang pantas untuk direkrut. Hal ini akan dijelaskan dalam tulisan berikutnya:

Dalam tulisan sebelumnya sudah disebutkan beberapa karakter mengenai kandidat terbaik. Karakter tersebut muncul karena memang didasarkan kepada kebutuhan, pengalaman mencari pekerjaan dan ’pakem’ atau kebiasaan yang diambil oleh employer sebagai dasar merekrut karyawan.Namun paradigma sekarang sudah berbeda. Metode perekrutan karyawan terbaik lebih menitikberatkan aspek pemasaran (marketing) daripada sekedar memenuhi kebutuhan (manpower requirement). Hal ini biasanya sudah dilakukan oleh top hiring agency atau expert head-hunter, namun masih jarang / sedikit dilakukan oleh perusahaan biasa. Umumnya, hanya good employer yang sudah melakukan hal ini, dimana mereka menyadari bahwa talent people baik itu yang fresh maupun experience adalah berlian bagi organisasi perusahaan.

 

Bagaimana mengetahui bahwa kandidat terpilih adalah karyawan terbaik? berikut karakter atau ciri-ciri dasar mereka yakni :
 
  • Sangat bermotivasi tinggi dalam setiap pekerjaan.
  • Motivasi dalam pekerjaan ini sangat luas, bisa di tingkat organisasi (sekolah, kampus, lembaga informal) atau perusahaan komersial.

  • Bersedia bekerja melebihi kebutuhan.
  • Ciri ini dapat diperoleh dari hasil wawancara ataupun pengalaman bekerja. Perilaku mereka tidak pernah menolak bila diberi tanggungjawab atau tugas lebih, asalkan diberikan sumberdaya memadai dalam pemenuhannya.

  • Tidak membuat alasan penyesalan (not make any excuses).
  • Mereka tidak menyalahkan atau menyesal dalam setiap pekerjaan/keputusan yang diambil, karena merupakan konsekuensi dari setiap tugas/tanggungjawab .
  • Antisipasi masalah. Dalam setiap proyek atau penugasan, para karyawan terbaik cenderung sudah mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, dengan memberikan opsi-opsi solusi.

  • Menyelesaikan masalah (facing problem).
  • Masalah bukan dilewati, ditutup-tutupi atau dibiarkan, tapi dihadapi dan dibuatkan solusinya.
  • Mengambil inisiatif. Mereka bosan jika menunggu orang lain/pihak lain untuk mengambil inisiatif, meskipun itu tanggungjawab orang/pihak lain. Mereka suka mengajukan diri berinisiatif baik itu dalam program pengembangan, proyek atau penyelesaian masalah.

  • Belajar dengan cepat.
  • Karyawan terbaik cenderung dapat mempelajari sesuatu hal dengan cepat, karena sudah menjadi kebiasaan mereka.
  • Memiliki komitmen. Apapun penugasan, tanggungjawab ataupun beban pekerjaan yang diberikan, karyawan terbaikan akan memenuhi janji-janjinya. Tidak sebatas perkataan, tapi lebih banyak dalam hal action, process dan result.

  • Fokus.
  • Karyawan terbaik memiliki fokus terhadap apa yang menjadi tanggungjawab dan tugasnya.Mereka memiliki kepedulian, perhatian dan prioritas agar tanggungjawab yang dibebankan dapat diselesaikan dengan tuntas.
  • Memiliki keyakinan. Didasari atas sikap bertanggungjawab, komitmen dan motivasi tinggi, maka karyawan terbaik memiliki keyakinan atas segala keputusan dan pekerjaan yang mereka lakukan.

  • Memiliki jiwa team player yang kuat (strong team player).
  • Anda mengenal Michael Jordan? beliau adalah pemain basket NBA legendaris. Itulah contoh individu dengan team player yang kuat. Karakter karyawan terbaik memiliki karakter seperti  Michael Jordan, selalu berupaya menyukseskan sasaran kelompok kerja di dalam organisasi. Mereka berjuang untuk kesuksesan tim, unit, divisi atau organisasi, dan menggugah semangat anggota tim, unit, divisi atau organisasi untuk sukses. Seperti keberadaan Michael Jordan, dimana terlihat sekali perbedaan antara ada dan tidaknya Michael dalam timnya Chicago Bulls saat bertanding pada kompetisi NBA.






Jika dilihat karakter-karakter diatas, maka sangat berbeda sekali dengan karakter kandidat terbaik. Seringkali karyawan terbaik saat diwawancara terlihat seperti tidak antusias, atau tidak perhatian terhadap pekerjaan yang ditawarkan. Namun, didalamnya mereka memiliki catatan kinerja dan perilaku yang mengesankan. Sederhananya, orang lain yang mengenalnya akan mereferensikan mereka sebagai karyawan terbaik di lingkungan pekerjaan. 

Karena itu, penulis suka menggunakan model gunung es (iceberg) atau model lapisan inti (core-layer) dalam pendugaan karakter karyawan terbaik. Seringkali apa yang terlihat di permukaan atau lapisan terluar (CV yang bagus, pendidikan yang tinggi, penampilan yang baik, komunikatif, antusiasme dalam wawancara dll) belum menunjukkan ciri bahwa itu merupakan karyawan terbaik, tapi hanya merupakan indikasi bahwa mereka benar-benar mempersiapkan diri dalam mencari pekerjaan atau kandidat terbaik.


Komentar